Dalam dunia pendidikan yang terus berkembang, hadir sosok-sosok luar biasa yang bekerja dengan penuh dedikasi dan hati. Salah satunya adalah Kamiludin, seorang kepala sekolah yang tidak hanya memimpin, tetapi juga menggerakkan perubahan di lingkungan pendidikan demi masa depan anak-anak Indonesia.
Kamiludin baru-baru ini meraih penghargaan prestisius Dewi Sartika Awards untuk Para Penggerak dan Pemimpin Pendidikan. Penghargaan ini diberikan dalam acara Apresiasi Temu Pendidik Nusantara, sebuah forum besar yang menjadi ruang temu dan kolaborasi antar pendidik se-Indonesia.
Penghargaan ini diberikan kepada para pemimpin pendidikan yang dengan daya upaya dan semangat perubahan, terus mendorong terwujudnya pembelajaran yang berpihak pada anak—sebuah nilai inti dalam transformasi pendidikan yang lebih manusiawi dan bermakna.
Tak hanya itu, Kamiludin juga terhubung dalam jaringan lebih luas melalui UNESCO Hamdan Prize for Teacher Development, yang semakin memperkuat peran dan kiprahnya dalam pengembangan guru dan pembelajaran yang berorientasi pada murid.
🔍 Sosok Pemimpin yang Aktif dan Menginspirasi
Sebagai kepala sekolah, Kamiludin tidak hanya menjalankan tugas administratif. Ia adalah penggerak aktif di Komunitas Guru Belajar Nusantara (KGBN)—sebuah komunitas yang menjadi wadah belajar, berbagi praktik baik, dan saling menguatkan antar guru di seluruh Indonesia.
Di tengah tantangan sistem pendidikan yang kompleks, Kamiludin menunjukkan bahwa kepemimpinan pendidikan yang bermakna bukan hanya soal kebijakan, melainkan juga soal keberpihakan, keberanian, dan ketekunan untuk terus belajar.
👏 Menginspirasi Lewat Aksi Nyata
Penghargaan yang diraih Kamiludin bukanlah akhir, tetapi justru menjadi titik tolak untuk terus bergerak. Semangatnya menginspirasi banyak guru dan kepala sekolah lainnya untuk tidak menyerah, dan terus mencari jalan terbaik agar anak-anak bisa belajar dengan bahagia, aman, dan bermakna.
Kamiludin telah menjadi teladan bahwa menjadi pemimpin pendidikan bukan sekadar jabatan, tetapi panggilan untuk terus menghadirkan perubahan nyata.
🌱 Kepemimpinan yang Tumbuh Bersama, Bukan Sekadar Mengarahkan
Kamiludin dikenal sebagai sosok pemimpin yang rendah hati namun memiliki visi besar. Ia percaya bahwa kepala sekolah bukan hanya manajer administratif, tapi pemimpin pembelajaran yang bertugas menumbuhkan budaya belajar di sekolah.
Alih-alih memerintah dari balik meja, Kamiludin justru memilih untuk turun langsung ke ruang kelas, berdialog dengan guru, mendengarkan murid, dan terlibat aktif dalam proses belajar. Ia membangun ekosistem sekolah yang saling menghargai, saling menguatkan, dan menempatkan murid sebagai pusat dari segala keputusan.
Baginya, keberhasilan sekolah bukan ditentukan dari nilai semata, tapi dari seberapa jauh sekolah mampu membentuk karakter, empati, dan rasa ingin tahu anak-anak. Ini adalah nilai yang ia pegang teguh, dan selalu coba wujudkan dalam kebijakan dan praktik sehari-hari di sekolah yang ia pimpin.
🔄 Bergerak Bersama Komunitas, Bukan Sendirian
Selain di sekolah, peran Kamiludin juga sangat terasa di komunitas profesional. Sebagai anggota aktif Komunitas Guru Belajar Nusantara (KGBN), ia tak hanya belajar, tapi juga berbagi. Ia terlibat dalam banyak sesi berbagi praktik baik, diskusi pengembangan profesi guru, hingga mendorong kepala sekolah lain untuk tidak takut berinovasi.
Kamiludin memahami bahwa perubahan dalam pendidikan tidak bisa dilakukan sendirian. Dibutuhkan komunitas yang solid, ruang aman untuk berbagi, serta budaya belajar yang saling mendukung. Inilah yang membuatnya terus aktif menjalin kolaborasi lintas daerah, lintas sekolah, bahkan lintas negara.
🌍 Diakui Dunia Lewat UNESCO Hamdan Prize
Kiprah Kamiludin dalam pengembangan guru tidak hanya dikenal di dalam negeri. Melalui keterlibatannya dalam forum UNESCO Hamdan Prize for Teacher Development, Kamiludin menjadi bagian dari gerakan global yang menyoroti pentingnya investasi pada kualitas guru sebagai ujung tombak pendidikan yang adil dan bermakna.
Keterlibatannya dalam jejaring ini menunjukkan bahwa guru dan kepala sekolah Indonesia mampu berkontribusi dalam percakapan pendidikan di tingkat dunia. Ini bukan hanya kebanggaan pribadi, tetapi juga bukti bahwa kerja nyata di sekolah-sekolah Indonesia bisa menjadi inspirasi global.
✊ Penutup: Pendidikan adalah Jalan Sunyi yang Penuh Harapan
Perjalanan Kamiludin mengingatkan kita bahwa menjadi pendidik adalah perjalanan panjang dan penuh harapan. Bukan tentang popularitas, melainkan tentang dampak. Bukan tentang bekerja sendirian, tapi tentang menyalakan cahaya bersama.
Semoga kisah dan kiprah Kamiludin bisa menginspirasi lebih banyak kepala sekolah dan guru untuk terus bergerak, belajar, dan memimpin perubahan—sekecil apa pun langkahnya, selama berpihak pada anak, maka itu adalah langkah yang berarti.




Krennn
BalasHapusKerenn
BalasHapusPosting Komentar